Informan
berikutnya adalah seorang pria paruh baya berumur 49 tahun yang berprofesi
sebagai karyawan pelabuhan bernama Pak Harris, tinggal di daerah Tanjung Priok,
Jakarta Utara bersama dengan istri, kedua anaknya dan juga menantu serta kedua
cucunya. Saya menemukan sisi lain dari Pak Harris yang berbeda dari dua
informan sebelumnya. Dengan usianya yang hampir menginjak setengah abad, ia
termasuk tipe orang yang aktif dan banyak menghabiskan waktu di luar rumah
bersama teman-temannya untuk menghabiskan waktu luangnya.
Pak Harris mengakui bahwa kegiatan
favoritnya untuk menghabiskan waktu luang adalah pergi ke tempat-tempat hiburan
bersama teman-temannya, seperti ke tempat karaoke atau live music di daerah
Jakarta Selatan dan bar-bar dangdut yang berada di daerah Jakarta Utara.
“karena kalo di Priok itu identik sama bar-bar dangdut jadi ya hiburannya itu
kalo buat orang-orang pelabuhan”, ujar Pak Harris menerangkan. Pak Harris juga
menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu luangnya saat jam pulang kantor
bersama teman-temannya untuk sekedar mengobrol dan minum-minum sebelum pulang,
ataupun saat weekend. Karena seringnya menghabiskan waktu dengan teman-teman
Pak Harris pun sering mengunjungi atau mencoba tempat-tempat hiburan baru
semacam café atau bar, dan ternyata ia juga pernah mendapatkan tempat yang
tidak sesuai dengan ekpektasinya, “pas liat dari depan tempatnya bagus, eh pas
masuk ke dalem wah amburadul”, ujar Pak Harris menjelaskan.
Tidak pula lupa dengan keluarganya,
Pak Harris tetap menyempatkan waktu untuk menghabiskan waktu luangnya bersama
keluarga di hari Minggu, entah itu hanya bersantai di rumahnya, mengajak
cucunya bermain keluar rumah, seperti ke mall Kelapa Gading, atau nonton dvd
bersama anaknya di rumah. Waktu luang impiannya pun adalah bisa diam di rumah,
main dengan cucu, dan merawat tanaman, tetapi untuk sekarang ia masih suka
untuk jalan-jalan keluar.
Menurut Pak Harris daerah di Jakarta
Utara masih dapat dikembangkan sebagai destinasi alternatif masyarakat untuk
menghabiskan waktu luang selain ke mall, yaitu di daerah Marunda, “Marunda itu
bisa dikembangkan sebagai tempat rekreasi, karena disana ada pantai juga, cuman
selama ini belom dikelola dengan baik oleh pemerintah” ujarnya.
Pekerjaan Pak Harris pun kadang
memaksa Pak Harris untuk pergi keluar kota, seperti contohnya ke daerah
Kalimantan, tetapi walaupun demikian, ia tetap menyempatkan diri untuk menghabiskan
waktu luang disana,”walaupun di daerah pun pasti waktu luang itu kita pake
untuk liat-liat tempat hiburan” ujar Pak Harris.
“di dunia hiburan itu kita banyak
ketemu orang-orang yang jarang kita ketemui di tempat-tempat umum, karna biasa
di tempat seperti itu ya tempat orang-orang yang sudah tidak punya malu,
apalagi kalo sudah mabuk banyak tingkahnya yang aneh-aneh”, begitulah
penjelasan dari Pak Harris saat ditanya apa saja pengalaman tak terlupakan yang
ia dapatkan di tempat hiburan saat ia sedang menghabiskan waktu luangnya,
menyaksikan dan menjadi bagian dari dunia malam pun menurut Pak Harris termasuk
kegiatan yang sangat disukainya dan menjadi pengalaman yang menghiburnya untuk
melepas penat, “itu menjadi suatu tontonan yang menarik”, ujarnya menambahkan
sambil tertawa.
Kegunaan internet dan sosial media
tidak terlalu berperan penting di dalam kehidupan Pak Harris, ia tidak pernah
mencari atau membuka internet untuk mencari hal atau berita terbaru. Untuk
urusan tempat hiburan, ia biasa mengetahui dari teman-temannya atau datang
langsung ke tempatnya yang ia dengar dari mulut ke mulut atau ‘word of mouth’.
Lalu wawancara sore itu di kediaman
rumah Pak Harris diakhiri dengan definisi waktu luang menurut Pak Harris, yaitu
“dimana saya melepaskan penat, lelah, dan semua yang ada dipikiran supaya
menjadi happy”, dengan disingkat menjadi tiga kata menjadi, “happy, enjoy, mantap!”.

No comments:
Post a Comment