Tuesday, 23 September 2014

#JakartaReposeProject #JktOffDuty (chapter 3)



Informan berikutnya adalah seorang pria paruh baya berumur 49 tahun yang berprofesi sebagai karyawan pelabuhan bernama Pak Harris, tinggal di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara bersama dengan istri, kedua anaknya dan juga menantu serta kedua cucunya. Saya menemukan sisi lain dari Pak Harris yang berbeda dari dua informan sebelumnya. Dengan usianya yang hampir menginjak setengah abad, ia termasuk tipe orang yang aktif dan banyak menghabiskan waktu di luar rumah bersama teman-temannya untuk menghabiskan waktu luangnya.

            Pak Harris mengakui bahwa kegiatan favoritnya untuk menghabiskan waktu luang adalah pergi ke tempat-tempat hiburan bersama teman-temannya, seperti ke tempat karaoke atau live music di daerah Jakarta Selatan dan bar-bar dangdut yang berada di daerah Jakarta Utara. “karena kalo di Priok itu identik sama bar-bar dangdut jadi ya hiburannya itu kalo buat orang-orang pelabuhan”, ujar Pak Harris menerangkan. Pak Harris juga menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu luangnya saat jam pulang kantor bersama teman-temannya untuk sekedar mengobrol dan minum-minum sebelum pulang, ataupun saat weekend. Karena seringnya menghabiskan waktu dengan teman-teman Pak Harris pun sering mengunjungi atau mencoba tempat-tempat hiburan baru semacam cafĂ© atau bar, dan ternyata ia juga pernah mendapatkan tempat yang tidak sesuai dengan ekpektasinya, “pas liat dari depan tempatnya bagus, eh pas masuk ke dalem wah amburadul”, ujar Pak Harris menjelaskan. 

            Tidak pula lupa dengan keluarganya, Pak Harris tetap menyempatkan waktu untuk menghabiskan waktu luangnya bersama keluarga di hari Minggu, entah itu hanya bersantai di rumahnya, mengajak cucunya bermain keluar rumah, seperti ke mall Kelapa Gading, atau nonton dvd bersama anaknya di rumah. Waktu luang impiannya pun adalah bisa diam di rumah, main dengan cucu, dan merawat tanaman, tetapi untuk sekarang ia masih suka untuk jalan-jalan keluar.

            Menurut Pak Harris daerah di Jakarta Utara masih dapat dikembangkan sebagai destinasi alternatif masyarakat untuk menghabiskan waktu luang selain ke mall, yaitu di daerah Marunda, “Marunda itu bisa dikembangkan sebagai tempat rekreasi, karena disana ada pantai juga, cuman selama ini belom dikelola dengan baik oleh pemerintah” ujarnya.

            Pekerjaan Pak Harris pun kadang memaksa Pak Harris untuk pergi keluar kota, seperti contohnya ke daerah Kalimantan, tetapi walaupun demikian, ia tetap menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu luang disana,”walaupun di daerah pun pasti waktu luang itu kita pake untuk liat-liat tempat hiburan” ujar Pak Harris. 

            “di dunia hiburan itu kita banyak ketemu orang-orang yang jarang kita ketemui di tempat-tempat umum, karna biasa di tempat seperti itu ya tempat orang-orang yang sudah tidak punya malu, apalagi kalo sudah mabuk banyak tingkahnya yang aneh-aneh”, begitulah penjelasan dari Pak Harris saat ditanya apa saja pengalaman tak terlupakan yang ia dapatkan di tempat hiburan saat ia sedang menghabiskan waktu luangnya, menyaksikan dan menjadi bagian dari dunia malam pun menurut Pak Harris termasuk kegiatan yang sangat disukainya dan menjadi pengalaman yang menghiburnya untuk melepas penat, “itu menjadi suatu tontonan yang menarik”, ujarnya menambahkan sambil tertawa.

            Kegunaan internet dan sosial media tidak terlalu berperan penting di dalam kehidupan Pak Harris, ia tidak pernah mencari atau membuka internet untuk mencari hal atau berita terbaru. Untuk urusan tempat hiburan, ia biasa mengetahui dari teman-temannya atau datang langsung ke tempatnya yang ia dengar dari mulut ke mulut atau ‘word of mouth’.

            Lalu wawancara sore itu di kediaman rumah Pak Harris diakhiri dengan definisi waktu luang menurut Pak Harris, yaitu “dimana saya melepaskan penat, lelah, dan semua yang ada dipikiran supaya menjadi happy”, dengan disingkat menjadi tiga kata menjadi, “happy, enjoy, mantap!”.

No comments:

Post a Comment