Tuesday, 23 September 2014

#JakartaReposeProject #JktOffDuty (chapter 4)



Siapa yang tahu dengan kesibukan seorang dokter yang praktik di dua rumah sakit besar mempunyai hobi dan kesibukan diluar jam parktiknya yang sangat menarik? Selain menjadi ibu dari dua orang anak, Ibu Armeilia atau yang akrab dipanggil Tante Emy menyukai traveling sekaligus diving. Ibu dokter cantik yang berumur 47 tahun ini juga termasuk ibu yang aktif dalam menjalani aktivitas diluar pekerjaan yang bisa dibilang padat.

 

Walaupun tinggal di bilangan Jakarta Utara, atau tepatnya di Kelapa Gading, Tante Emy masih menyempatkan diri bersama keluarganya ataupun teman-temannya untuk menghabiskan waktu luang di bilangan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat atau tepatnya di mall-mall seperti Pacific Place, Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dll. Selain itu Tante Emy juga selalu menyempatkan waktu luang bersama putri bungsunya, walaupun hanya pergi ke mall Kelapa Gading saja untuk sekedar ‘window shopping’, belanja, nonton, atau makan.


Tante Emy tidak membatasi dirinya saat ingin melepas penat dan menjalani hobinya, kadang ia akan mengajukan cuti di hari kerja untuk melakukan waktu luang, karena dengan hobi traveling dan diving, Tante Emy senang untuk pergi sampai ke Bali dan Lombok untuk menikmati keindahan bahari disana. Jadi untuk mengatur waktu luangnya dengan pekerjaannya sebagai dokter, Tante Emy akan menjadwalkan tanggal ia akan pergi diving yang biasanya memakan waktu sampai 3 hari, lalu setelah itu ia akan mengajukan cuti. Saat ditanya pengalaman uniknya saat diving Tante Emy menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan black shark untuk pertama kalinya saat diving di Lombok bersama suami dan komunitas club diving yang ia ikuti, walaupun ada perasaan takut, ia sangat senang dan bangga karena tidak semua divers bisa bertemu dengan black shark. Itupun menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Tante Emy. Lalu untuk momen buruk saat diving adalah saat ia menjelajahi lautan di pulau seribu, menurutnya di kepulauan seribu airnya agak keruh dan kurang baik perawatan fasilitasnya, jadi menurutnya kepulauan seribu harus dikelola dengan baik agar divers lebih tertarik untuk pergi diving kesana daripada harus pergi sampai ke luar kota atau luar negri. Pengalaman lainnya adalah saat ia diving di Lombok pernah suatu ketika mendapatkan perlengkapan yang kurang baik dan alat divingnya mengalami kebocoran sehingga ia terpisah dari rombongan, “itu serem banget, karena tante sampai terlempar keatas, padahal sebenerya gak boleh tuh, nah terus tante muncul dilaut sendirian” cerita Tante Emy, tetapi kejadian tersebut tidak membuat Tante Emy trauma berkepanjangan, ia tetap mencintai diving sebagai hobi sekaligus kegiatan di waktu luang favoritnya.


foto Tante Emy saat diving


Selain itu Tante Emy juga menyempatkan dirinya untuk refreshing bersama teman-temannya, entah itu hanya nongkrong di mall  daerah Jakarta Selatan setelah pulang praktik atau pergi jalan-jalan sampai ke luar kota, kadang ia juga harus mengajukan cuti jika memang diperlukan saat berpergian ke luar kota ataupun ke luar negri bersama teman-temannya. “paling jauh tante pernah ke Bangkok sama geng SMA hehe” ujar Tante Emy. Kegiatan lainnya yang Tante Emy lakukan bersama teman-temannya adalah symposium, “kegiatan kumpul tapi ada hubungannya sama pekerjaan” jelas Tante Emy, karena di kegiatan tersebut Tante Emy dapat bertemu dengan teman-teman lama sekaligus mendapatkan ilmu dan sharing pengalaman kerja. Menurut Tante Emy kegiatan itupun termasuk quality time yang bermanfaat di waktu luangnya.


Tak lupa dengan keluarga juga, Tante Emy termasuk family oriented, walaupun banyaknya kegiatan yang ia jalani, tetap nomor satu adalah saat menghabiskann waktu luang bersama keluarga, dan kebetulan satu keluarga pun menyukai traveling, jadi setahun sekali Tante Emy bersama keluarga selalu menyempatkan waktu untuk pergi ke luar kota atau ke luar negri untuk menghabiskan waktu luang bersama. “masing-masing ada porsinya nin, dan tante juga paling sebulan sekali ngumpul sama temen-temen sekarang, selebihnya ya sama keluarga” ujar Tante Emy menjelaskan. Tidak lupa juga setiap weekend Tante Emy berkunjung ke rumah orang tua dan mertuanya, itupun menjadi salah satu rutinitasnya saat menjalani waktu luang bersama keluarga. “ya memorable-nya pas lagi kumpul dan jalan-jalan sama keluarga nin, apalagi kalo misalnya ke luar negri itu kan setahun sekali jadi seneng banget tuh dan selalu memorable”, lanjut Tante Emy. Selain itu pada saat weekend atau tepatnya hari Minggu, Tante Emy bercerita senang untuk pergi pijat tradisional bersama suaminya, di tempat langganan yang berada di dekat rumahnya, “hobi tante selain diving itu pijet! Hehehe..”, ujar Tante Emy sambil teratawa.


“sebenernya sih ya dimana aja tempatnya seneng-seneng aja sih yang penting enak ya, kan bareng keluarga atau sama temen-temen yang nyaman, jadi ya dimana aja sama aja tuh..”  jelas Tante Emy saat ditanya tempat favoritnya saat menghabisi waktu luang, karena menurutnya pribadi semua tempat yang didatangi akan terasa nyaman jika ia bersama orang-orang tercintanya. Kegiatan lainnya yang Tante Emy lakukan saat waktu luang adalah olahraga, dulu ia sempat mengikuti member di dua tempat fitness centre, tetapi sekarang ia lebih sering olahraga di rumah menggunakan alat-alat olahraga yang ia punya.


Tante Emy mengaku walaupun rumahnya berada di bilangan Jakarta Utara, ia tidak pernah berkunjung ke tempat wisata atau rekreasi di daerahnya, seperti ancol, PIK, ataupun taman jogging dekat rumahnya. “tante tuh pengennya sering-sering diving tapi waktunya yang susah, karna kita kan harus ikut sama komunitas tertentu” ujar Tante Emy saat ditanya kegiatan apa yang ia ingin sering lakukan selain pergi ke mall. Dan untuk urusan perut, Tante Emy lebih memilih untuk pergi ke restoan-restoran yang berada di dalam mall ataupun di luar mall dengan suasana yang nyaman, walaupun banyaknya kuliner di daerah Kelapa Gading dari mulai tenda sampai grobak Tante Emy mengaku tidak pernah mencobanya kecuali di food festival yang biasanya diadakan di mall Kelapa Gading dalam waktu setahun sekali. Untuk annoying experience yang  Tante Emy pernah alami saat ia sedang melakukan kegiatan waktu luang adalah saat ia harus dikejar waktu atau diburu-buru, menurutnya itu termasuk annoying experience yang ia alami “kaya misalnya pas lagi ikut tour terus harus diburu-buru waktu”, cerita Tante Emy.


Pertanyaan terakhir yang diajukan adalah definisi waktu luang menurut Tante Emy, ia berkata “waktu luang itu ya waktu untuk bisa leyeh-leyeh dan jalan-jalan”, lalu Tante Emy simpulkan menjadi 3 kata, “family, relax, refreshing”, begitulah wawancara pada sore itu diakhiri.

No comments:

Post a Comment