Saturday, 25 October 2014

Taman Jogging #TheLeisurePlace #JakartaReposeProject #JktOffDuty




            Tempat leisure kedua yang menjadi tempat warga Jakarta menghabiskan waktu luang adalah Taman Jogging, sebuah fasilitas yang diberikan oleh salah satu developer besar di daerah Jakarta Utara, Summarecon. Taman ini diresmikan pada tahun 2008 dan dibuka untuk umum. Tujuan utama dari dibukanya Taman Jogging ini adalah untuk warga Jakarta, khususnya di bilangan Kelapa Gading untuk menghabiskan waktu luang mereka berolahraga ringan disana, dengan berbagai macam fasilitas yang sudah disediakan disana, seperti jogging track, refleksi sakit, refleksi ringan dan alat olahraga sederhana. Selain itu uniknya dari taman ini adalah dibuat pula fasilitas untuk keluarga berekreasi atau sekedar jalan-jalan sore, seperti disediakan area bermain anak, gazebo, bangku taman, plaza, dan pedestrian. Di Taman Jogging juga dapat dilihat banyak sekali aktivitas lain yang dilakukan oleh masyarakat sekitar seperti perkumpulan sebuah komunitas, senam pagi, piknik kecil, sampai menjadi tempat pasangan muda ‘berduaan’, “iya disini tuh emang suka banyak juga yang berduaan, pacaran, ya kalo masih dibatas wajar masi gapapa, tapi kalo udah mulai bikin resah ya pasti saya tegur” ujar Pak Hartono, salah satu anggota keamanan disana. Mungkin karena jam operasional dari Taman Jogging sendiri juga sampai malam (05.30 – 21.00), jadi saat menjelang sore banyak sekali yang menggunakan Taman Jogging sebagai tempat untuk pasangan muda ‘berduaan’.

 
 Taman Jogging in the evening.


            Taman jogging dibuat tidak seperti taman kebanyakan lainnya di Jakarta, seperti Taman Menteng atau Taman Suropati, taman ini sendiri lebih ketat keamanannya, tujuannya adalah untuk membuat pengunjung yang sedang menghabiskan waktu luang disana nyaman saat berada di Taman Jogging, seperti contohnya selalu ada petugas keamanan yang menjaga gerbang depan masuk taman dan gerbang keluar taman, lalu pengamen dan pengemis pun jarang terlihat di taman, begitu juga dengan pedagang kaki lima atau pedagang makanan, “disini gak boleh sembarangan orang yang jual makanan, misalnya kaya grobak nasi goreng dan semacamnya itu gak boleh masuk sini, gitu juga pengemis dan yang lain” jelas Pak Hartono yang ditemui saat shift kerjanya sudah selesai. Tetapi ternyata ini menjadi salah satu kekurangan bagi sebagian pengunjungnya, “disini kalo buat cari makanan agak susah juga sih, cuman ada satu dan itu biasanya cuman buat beli minum doang, kalo bisa ditambah lagi gitu jadi kan kalo buat kopdar-kopdar kaya gini gak usah bawa makanan dari luar lagi” ujar salah satu pengunjung setia Taman Jogging, Rama. Rama sendiri mengaku selain suka olahraga ke Taman Jogging, ia juga suka menghabiskan waktu luangnya disana untuk berkumpul dengan teman-teman satu komunitasnya. Menurutnya kekurangan dari Taman Jogging, selain sulitnya mencari jajanan atau makanan, adalah lahan parkir untuk kendaraan roda dua yang tempatnya kurang memadai dan petunjuk jalan masuk taman yang kurang jelas, “kalo bisa penunjuk jalan masuknya diperjelas lagi, soalnya pas pertama kali kesini bingung pintu masuknya dimana, terus akses buat parkirnya juga agak susah dan gelap banget kalo udah malem, kan takutnya rawan” jelas Rama. Masalah penerangan yang kurang di area parkir ini pun sudah sering di dengar oleh Pak Hartono dari para pengunjungnya, khususnya dari pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua, dan Pak Hartono pun sudah mengakatannya kepada bagian pengelola, tetapi sayangnya prosesnya terlalu panjang karena pihak pengelola pun harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pihak atas untuk mengganti atau mengurus penerangan di lahan parkir.


Taman Jogging in the morning.


            Value lain yang ingin disampaikan oleh pihak Taman Jogging adalah taman ini juga berfungsi sebagai paru-paru kawasan Kelapa Gading dan daerah resapan, dengan ditanam banyaknya tumbuhan dan pepohonan, juga terdapatnya titik penyerapan dan titik biopori. Taman Jogging sendiri sangat dijaga kebersihannya, tetapi sayangnya masih ada beberapa pengunjung yang masih belum sadar akan kebersihan, “ya gitu masih aja ada yang buang sampah sembarangan, tapi pihak Taman Jogging sendiri punya petugas kebersihan yang bakal ngebersihin setiap harinya sebelum taman ditutup” ujar Pak Hartono. Nilai ini pun dirasakan oleh pengunjungnya, “disini tuh banyak pohonnya, jadi ya ngitung-ngitung hirup udara baguslah, udara seger, di kota Jakarta kaya gini tau sendiri banyak polusi” jawab Rama, pengunjung setia Taman Jogging yang sedang menghabiskan waktu luangnya bersama teman-teman komunitas pecinta alam.

No comments:

Post a Comment