Tempat leisure kedua yang menjadi
tempat warga Jakarta menghabiskan waktu luang adalah Taman Jogging, sebuah
fasilitas yang diberikan oleh salah satu developer besar di daerah Jakarta
Utara, Summarecon. Taman ini diresmikan pada tahun 2008 dan dibuka untuk umum. Tujuan
utama dari dibukanya Taman Jogging ini adalah untuk warga Jakarta, khususnya di
bilangan Kelapa Gading untuk menghabiskan waktu luang mereka berolahraga ringan
disana, dengan berbagai macam fasilitas yang sudah disediakan disana, seperti
jogging track, refleksi sakit, refleksi ringan dan alat olahraga sederhana. Selain
itu uniknya dari taman ini adalah dibuat pula fasilitas untuk keluarga
berekreasi atau sekedar jalan-jalan sore, seperti disediakan area bermain anak,
gazebo, bangku taman, plaza, dan pedestrian. Di Taman Jogging juga dapat
dilihat banyak sekali aktivitas lain yang dilakukan oleh masyarakat sekitar seperti
perkumpulan sebuah komunitas, senam pagi, piknik kecil, sampai menjadi tempat pasangan
muda ‘berduaan’, “iya disini tuh emang suka banyak juga yang berduaan, pacaran,
ya kalo masih dibatas wajar masi gapapa, tapi kalo udah mulai bikin resah ya
pasti saya tegur” ujar Pak Hartono, salah satu anggota keamanan disana. Mungkin
karena jam operasional dari Taman Jogging sendiri juga sampai malam (05.30 –
21.00), jadi saat menjelang sore banyak sekali yang menggunakan Taman Jogging
sebagai tempat untuk pasangan muda ‘berduaan’.
Taman Jogging in the evening.
Taman jogging dibuat tidak seperti
taman kebanyakan lainnya di Jakarta, seperti Taman Menteng atau Taman Suropati,
taman ini sendiri lebih ketat keamanannya, tujuannya adalah untuk membuat
pengunjung yang sedang menghabiskan waktu luang disana nyaman saat berada di
Taman Jogging, seperti contohnya selalu ada petugas keamanan yang menjaga
gerbang depan masuk taman dan gerbang keluar taman, lalu pengamen dan pengemis
pun jarang terlihat di taman, begitu juga dengan pedagang kaki lima atau
pedagang makanan, “disini gak boleh sembarangan orang yang jual makanan,
misalnya kaya grobak nasi goreng dan semacamnya itu gak boleh masuk sini, gitu
juga pengemis dan yang lain” jelas Pak Hartono yang ditemui saat shift kerjanya
sudah selesai. Tetapi ternyata ini menjadi salah satu kekurangan bagi sebagian
pengunjungnya, “disini kalo buat cari makanan agak susah juga sih, cuman ada
satu dan itu biasanya cuman buat beli minum doang, kalo bisa ditambah lagi gitu
jadi kan kalo buat kopdar-kopdar kaya gini gak usah bawa makanan dari luar lagi”
ujar salah satu pengunjung setia Taman Jogging, Rama. Rama sendiri mengaku
selain suka olahraga ke Taman Jogging, ia juga suka menghabiskan waktu luangnya
disana untuk berkumpul dengan teman-teman satu komunitasnya. Menurutnya kekurangan
dari Taman Jogging, selain sulitnya mencari jajanan atau makanan, adalah lahan parkir
untuk kendaraan roda dua yang tempatnya kurang memadai dan petunjuk jalan masuk
taman yang kurang jelas, “kalo bisa penunjuk jalan masuknya diperjelas lagi,
soalnya pas pertama kali kesini bingung pintu masuknya dimana, terus akses buat
parkirnya juga agak susah dan gelap banget kalo udah malem, kan takutnya rawan”
jelas Rama. Masalah penerangan yang kurang di area parkir ini pun sudah sering
di dengar oleh Pak Hartono dari para pengunjungnya, khususnya dari pengunjung yang
menggunakan kendaraan roda dua, dan Pak Hartono pun sudah mengakatannya kepada
bagian pengelola, tetapi sayangnya prosesnya terlalu panjang karena pihak
pengelola pun harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pihak atas
untuk mengganti atau mengurus penerangan di lahan parkir.
Taman Jogging in the morning.
Value lain yang ingin disampaikan
oleh pihak Taman Jogging adalah taman ini juga berfungsi sebagai paru-paru
kawasan Kelapa Gading dan daerah resapan, dengan ditanam banyaknya tumbuhan dan
pepohonan, juga terdapatnya titik penyerapan dan titik biopori. Taman Jogging
sendiri sangat dijaga kebersihannya, tetapi sayangnya masih ada beberapa
pengunjung yang masih belum sadar akan kebersihan, “ya gitu masih aja ada yang
buang sampah sembarangan, tapi pihak Taman Jogging sendiri punya petugas
kebersihan yang bakal ngebersihin setiap harinya sebelum taman ditutup” ujar
Pak Hartono. Nilai ini pun dirasakan oleh pengunjungnya, “disini tuh banyak
pohonnya, jadi ya ngitung-ngitung hirup udara baguslah, udara seger, di kota
Jakarta kaya gini tau sendiri banyak polusi” jawab Rama, pengunjung setia Taman
Jogging yang sedang menghabiskan waktu luangnya bersama teman-teman komunitas
pecinta alam.
No comments:
Post a Comment