Hello! Been a looong time since I never touch my blog, so now
I will start writing a post again for all of you my ghost reader :p (hope I
still got a real one) but from now on, its not just about fashion but also
about my next project, called “JAKARTA REPOSE PROJECT”, this is also my campus project. Hope yall
like my bad writing skills hehe and I will use my very own language, so here we
go my first ever informant…
Antika Insani Khamillia yang akrab dipanggil Tika, adalah
seorang notaris muda berumur 27 tahun yang merangkap ibu rumah tangga dan
mempunyai satu orang anak lelaki. Ia tinggal di daerah Jakarta Utara, tepatnya
di Kelapa Gading.
Kami bertemu disebuah café yang berada di mall Kelapa Gading,
salah satu tempat favorit masyarakat di bilangan Jakarta Utara untuk
menghabiskan waktu luangnya, begitu juga dengan Tika beserta keluarganya,
dengan kesibukannya yang padat, ia tetap mempunyai waktu untuk menghabiskan
waktu luang bersama keluarga ataupun dirinya sendiri.
Kegiatan favorit yang Tika lakukan saat waktu luang adalah
nonton bisokop bersama suaminya di mall Kelapa Gading, selain itu ia juga suka
untuk memasak di rumah jika sedang menghabiskan waktu luangnya, ia senang untuk
mencoba menu- menu masakan baru untuk keluarganya, baginya ada perasaan senang
dan bangga tersendiri ketika setelah memasak makanan yang dibuatnya lalu dicoba
dan dinilai oleh keluarganya. Karena kesukaannya dengan masak, Tika mengaku
bahwa ia juga senang untuk pergi ke pasar tradisional saat waktu luang untuk
sekedar melihat-lihat bahan makanan atau sayuran-sayuran segar yang terpampang
disana, selain itu di pasar tradisional juga ia bisa mendapatkan ide-ide
masakan baru atau bumbu-bumbu baru yang nantinya akan dipakai untuk hobinya
itu.
“one stop entertainment, bisa makan, nonton, belanja, dan
jalan-jalan dalam satu tempat”, begitulah alasan Tika saat ditanya alasan
mengapa memilih mall Kelapa Gading menjadi tempat favoritnya untuk menghabiskan
waktu luang. Tidak hanya mall Kelapa Gading saja, Tika sebenarnya juga ingin
menghabiskan waktu luangnya untuk pergi jalan-jalan ke pantai ataupun luar kota
atau luar negri, tetapi itu semua tergantung kondisi keuangan yang dimilikinya.
Atau seperti untuk pergi ke taman, tetapi sayangnya masih minim adanya taman di
daerah Jakarta, jika adapun menurut Tika kondisinya kurang bagus untuk
didatangi oleh keluarga. “ya tapi mau gak mau karna emang adanya itu aja”
demikian tanggapan Tika saat sedang membicarakan taman di daerah Jakarta Utara.
Kelapa Gading tepatnya mempunyai dua taman, yang bernama Taman Jogging,
biasanya digunakan untuk berolahraga atau sekedar duduk-duduk saja. Tika pun
memanfaatkan adanya ketersediaan taman tersebut untuk sekali-kali menghabiskan
waktu luang disana untuk olahraga bersama suaminya. Tetapi menurutnya masih ada
kekurangan dari taman tersebut yaitu minimnya jumlah pohon disana dan dekat
dengan jalan raya yang membuat taman tersebut kurang nyaman dan berpolusi,
padahal jika taman tersebut dirawat dengan rapih dan baik, ia sangat tertarik
untuk menghabsikan waktu luangnya di taman seperti pengalamannya saat pergi ke
Thailand, ia menemukan sebuah taman yang ditutupi oleh pohon-pohon besar
sehingga terlihat asri dan nyaman untuk berlama-lama disana.
Tika juga pernah mempunyai pengalaman buruk saat sedang
menikmati waktu luangnya, seperti saat sedang pergi ke daerah Jakarta Pusat
untuk melihat planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM). Kondisi tempat yang
sangat buruk dan fasilitas yang tidak terawat membuat Tika kecewa dan tidak
ingin lagi untuk pergi kesana, “fasilitasnya udah buruk banget dibandingin pas
waktu itu saya kesana pas masih kecil”, begitulah komentar Tika. Selain itu ia
juga mempunyai beberapa pengalaman buruk saat sedang menghabiskan waktu
luangnya di mall Kelapa Gading, seperti layanan yang kurang baik dari pihak
restoran atau pihak supermarket saat ia sedang berbelanja bersama anaknya yang
masih berumur 2 tahun. Dan juga dengan sesama customer di mall Kelapa Gading
saat sedang mengantri kamar ganti bayi. Tetapi dari semua pengalaman buruk yang
pernah dialami Tika menurutnya yang paling annoying adalah saat ia bertemy oleh
perokok yang tidak tahu tempat, “mostly saya paling suka annoying sama orang
yang ngerokok dan gak tau tempat, padahal dia itu sangat ngerugiin orang
sekitar, apalagi saya udah punya anak jadi kesel aja kalo orang ngerokok deket
anak-anak”, begitulah komentarnya.
Lalu untuk memorable experience yang dialami oleh Tika adalah
semua pengalamannya saat sedang menghabiskan waktu luang bersama keluarga
kecilnya, suami dan anak semata wayangnya. Ia senang mengajak anaknya untuk
pergi bermain seperti ke playground atau sekedar menginap di hotel untuk
berenang. Menurut Tika juga masih banyak yang dapat dikembangkan di Jakarta
Utara untuk sebagai pilihan masyarakat menghabiskan waktu luangnya, seperti
adanya taman yang sebenarnya dapat dikembangkan lagi agar lebih nyaman dan
menarik pengunjung untuk pergi kesana atau sport mall, yaitu sebuah mall yang
bertema olahraga, tetapi sayangnya belum terlalu terurus, padahal jika dikelola
dengan baik akan menjadi tempat yang asyik untuk masyarakat menghabiskan waktu
luang mereka dengan positif. Dan untuk Ancol menurut Tika sudah baik tetapi
dengan harga masuk yang mahal seharusnya didalamnya harus dijaga lagi
kebersihan dan fasilitasnya pun harus dirawat dengan baik agar sepadan dengan
harga masuknya. Serta untuk daerah PIK, pemasarannya harus dibuat lebih menarik
menurut Tika akan sangat menarik pengunjung jika hutan mangrove disana dibuat
seperti floating market bernuansa Indiana Jones.
Tika juga termasuk aware terhadap adanya internet, ia juga
termasuk pengguna aktif sosial media seperti di twitter dan instagram. Selain
itu ia juga menggunakan internet untuk mencari tempat-tempat terbaru atau resep-resep
masak baru. Kegunaan internet dan sosial
media pun menjadi salah satu peranan penting bagi Tika untuk menghabiskan waktu
luangnya, atau hanya untuk melihat-lihat berita atau update terbaru.
Wawancara pun diakhiri dengan pertanyaan tentang definisi
leisure bagi Tika, yaitu melakukan sesuatu aktivitas yang menyenangkan untuk
melepas stress dan quality time bersama keluarga. “Quality time, menyenangkan,
relieving” tiga kata itulah yang menjadi penutup wawancara kali ini.

No comments:
Post a Comment