Fauzan Azim Musa, pria berumur 55 tahun yang bekerja sebagai
direktur utama suatu perusahaan freight forwarding di bilangan Tj. Priok ini
sering menghabiskan waktu luang bersama cucunya, karena kebetulan ia tinggal
satu atap bersama cucu, istri, kedua anaknya, dan menantu bertempat tinggal di
Kelapa Gading, Jakarta Utara, tidak menghalangi Pak Fauzan untuk berkegiatan di
luar daerahnya, walaupun dengan umur yang sudah memasuki setengah abad Pak
Fauzan termasuk orang yang aktif dalam menjalani aktivitasnya, dalam pekerjaan
maupun luar pekerjaan.
Saat ditanya kesibukannya saat ini, ia menjawab mengurus cucu
dan pekerjaan, bapak yang mempunyai 5 orang anak ini mengakui bahwa hobi
favoritnya selain golf dan traveling bersama keluarga adalah bermain dengan cucunya,
karena kebetulan ia sangat menyukai anak kecil dan menurutnya kehadiran seorang
cucu menjadi suatu kebahagiaan tambahan untuk menjalani kehidupannya.
Menjadi direktur utama tentunya tidak sulit bagi Pak Fauzan
untuk menghabiskan waktu luang, karena ia juga sudah mempunyai orang
kepercayaan jika sewaktu-waktu ia ingin traveling, tetapi tetap ia berkata
“pekerjaan tetep nomor satu, om bisa tinggalin kalo emang pekerjaan tidak
terlalu membutuhkan om, kalo emang pekerjaan masih membutuhkan om ya gak bisa,
om harus mendulukan kerja” ujar Pak Fauzan menjelaskan. Selain traveling dan
golf, ia juga sangat hobi nonton ke bioskop bersama istri ataupun anak-anaknya.
“sekarang bisa dibilang sering sih, bisa seminggu sekali om
main golf”, tempat langganannya saat bermain golf adalah di daerah rawamangun,
Jakarta Timur, tetapi ia juga sering sampai ke luar kota untuk menghabiskan
waktu luangnya sembari bermain golf, seperti ke Bogor dan Pulau Bintan yang
menjadi tempat favoritnya untuk bermain golf. Saat ditanya apa alasannya
memilih golf sebagai hobi utama, ia berkata “karena selain dapet olahraganya
dengan berjalan, juga bisa ngedapetin koneksi, bersilahturahmi dengan
temen-temen” ujar Pak Fauzan.
Bapak keturunan Padang ini, mengaku bahwa waktu luangnya
lebih sering ia habiskan bersama keluarganya, “sering banget jalan-jalan sama
keluarga bisa 3-4 kali malah” ujar Pak Fauzan bercerita. Saat ditanya momen
yang tak terlupakan yang pernah dialami oleh Pak Fauzan saat menghabiskan waktu
luang bersama keluarga ia berkata, “om lebih suka membuat momen daripada
mencari momen di tempat-tempat yang om datengin sama keluarga, seperti saat
first time om ke Mt. Titlis, Swiss kesana bawa orang tua dan Alhamdulillah
orang tua kuat padahal umurnya udah 84”. Keluarga Pak Fauzan bisa dibilang
sering jalan-jalan ke luar kota maupun ke luar negri, seperti ke Bali, Bandung,
Singapore, dan setahun sekali pun menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke luar
negri seperti keliling Eropa, Korea, Hongkong, dll. Saat ditanya pengalaman
buruk yang ia alami saat sedang traveling, ia bercerita tentang bagaimana saat
keliling Eropa salah satu keponakannya ada yang kehilangan passport, “karena
kita gak pake travel pas jalan-jalan kesana ya jadinya harus ngurus sendiri dan
mengganggu jadwal yang sudah kami atur, tapi ya overall om tetep bisa enjoy
leisure time disana sih”. Tetapi dari semua tempat yang pernah ia kunjungi
Swiss yang menurutnya paling memorable, “om mau balik lagi ke Swiss karna
disana asik aja, tempatnya bersih terus tenang”ujar Pak Fauzan bercerita.
Hobi favorit lainnya adalah bermain bersama cucu, entah itu
hanya menghabiskan waktu luang bersama cucunya di rumah sambil nonton film
kartun favorit cucunya, atau Pak Fauzan juga sering mengajak cucunya
jalan-jalan ke mall dekat rumah, tepatnya Mall Kelapa Gading untuk bermain di
timezone atau miniapolis. Pak Fauzan juga suka menghabiskan waktu luang bersama
keluarga pergi ke mall, walaupun ia dibilang sering pergi ke mall tetapi ia
mengaku bahwa mall bukan tempat favoritnya untuk menghabisi waktu luang, selain
itu ia juga sering berwisata kuliner di daerah Jakarta, mulai dari resotoran
yang paling mahal sampai makanan-makanan pinggiran seperti di tenda atau
grobak, dengan profesinya sebagai direktur utama tidak menghalangi Pak Fauzan
untuk tetap low profile, karena ia pun pernah merasakan asam manis kehidupan. “semua
kegiatan atau pekerjaan menunggu itu bikin gak enjoy” ujar Pak Fauzan saat
ditanya kegiatan yang ia tidak sukai saat menghabiskan waktu luang. Tetapi
tempat favoritnya untuk mengahabisi waktu luangnya adalah di rumah, karena
disana ia bisa bersantai-santai sembari nonton tv ataupun main dengan cucu.
Saat ditanya potensi daerah Jakarta Utara untuk dibuat suatu
wadah bagi masyarakatnya untuk menghabiskan leisure time, ia berkata ada beberapa
tempat yang berpotensi besar seperti daerah Muara Karang dan Marunda tetapi
sayangnya tidak dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah, “dulu setau om pas
jamannya Pak Harto jadi presiden pernah daerah Marunda mau dikembangkan seperti
Ancol lagi sama Mbak Tutut, tapi ya akhirnya rencana itu berantakan karna
akhirnya Pak Harto dilengserkan, om sudah sempet ngeliat sih master plan-nya
dan itu kalo dilanjutkan sebenernya bagus banget cuman ya gak ada lagi mungkin
investor yang mau ngelirik kesana” cerita Pak Fauzan. Selain itu menurut Pak
Fauzan juga daerah Jakarta Selatan masih bisa dikembangkan jika ingin dibuat
wadah untuk masyarakat menghabiskan waktu luang selain di mall, seperti dibuat
taman bermain. Tanggapannya untuk tempat rekreasi di Jakarta Utara “sudah gak
asik lagi” katanya, karena kurang bersih dan pengelolaannya kurang profesional,
seperti di Ancol contohnya. Maka dari itu ia lebih memilih berekreasi ke luar
kota ataupun luar negri. Dari pengalamannya traveling, ia berharap ada suatu
tempat yang bisa diadopsi oleh Indonesia, seperti saat di Thailand daerah
phiphi island.
Di umurnya yang sudah menginjak kepala 5 pun tidak menjadi
halangan baginya akan kegunaan internet didalam kehidupan sehari-hari, ia
termasuk yang aktif menggunakan internet baik untuk pekerjaan, maupun mencari
info-info tentang destinasi wisata dan booked hotel dan tempat wisata lainnya.
Selain itu Pak Fauzan juga aktif di sosial media, seperti di path dan facebook.
Pertanyaan terakhir diajukan di malam itu tentang definisi waktu
luang menurut Pak Fuazan, yaitu “waktu yang memang kita gak punya kegiatan
apa-apa dalam pekerjaan rutin kita, intinya saat kita gak punya pekerjaan
kantor”, lalu disimpulkan dengan tiga kata “keluarga, enjoy, happy!”.
No comments:
Post a Comment