Sunday, 28 September 2014

#JakartaReposeProject #JktOffDuty (chapter 6)



Fauzan Azim Musa, pria berumur 55 tahun yang bekerja sebagai direktur utama suatu perusahaan freight forwarding di bilangan Tj. Priok ini sering menghabiskan waktu luang bersama cucunya, karena kebetulan ia tinggal satu atap bersama cucu, istri, kedua anaknya, dan menantu bertempat tinggal di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tidak menghalangi Pak Fauzan untuk berkegiatan di luar daerahnya, walaupun dengan umur yang sudah memasuki setengah abad Pak Fauzan termasuk orang yang aktif dalam menjalani aktivitasnya, dalam pekerjaan maupun luar pekerjaan.

 
Saat ditanya kesibukannya saat ini, ia menjawab mengurus cucu dan pekerjaan, bapak yang mempunyai 5 orang anak ini mengakui bahwa hobi favoritnya selain golf dan traveling bersama keluarga adalah bermain dengan cucunya, karena kebetulan ia sangat menyukai anak kecil dan menurutnya kehadiran seorang cucu menjadi suatu kebahagiaan tambahan untuk menjalani kehidupannya.

Menjadi direktur utama tentunya tidak sulit bagi Pak Fauzan untuk menghabiskan waktu luang, karena ia juga sudah mempunyai orang kepercayaan jika sewaktu-waktu ia ingin traveling, tetapi tetap ia berkata “pekerjaan tetep nomor satu, om bisa tinggalin kalo emang pekerjaan tidak terlalu membutuhkan om, kalo emang pekerjaan masih membutuhkan om ya gak bisa, om harus mendulukan kerja” ujar Pak Fauzan menjelaskan. Selain traveling dan golf, ia juga sangat hobi nonton ke bioskop bersama istri ataupun anak-anaknya.

“sekarang bisa dibilang sering sih, bisa seminggu sekali om main golf”, tempat langganannya saat bermain golf adalah di daerah rawamangun, Jakarta Timur, tetapi ia juga sering sampai ke luar kota untuk menghabiskan waktu luangnya sembari bermain golf, seperti ke Bogor dan Pulau Bintan yang menjadi tempat favoritnya untuk bermain golf. Saat ditanya apa alasannya memilih golf sebagai hobi utama, ia berkata “karena selain dapet olahraganya dengan berjalan, juga bisa ngedapetin koneksi, bersilahturahmi dengan temen-temen” ujar Pak Fauzan.

Bapak keturunan Padang ini, mengaku bahwa waktu luangnya lebih sering ia habiskan bersama keluarganya, “sering banget jalan-jalan sama keluarga bisa 3-4 kali malah” ujar Pak Fauzan bercerita. Saat ditanya momen yang tak terlupakan yang pernah dialami oleh Pak Fauzan saat menghabiskan waktu luang bersama keluarga ia berkata, “om lebih suka membuat momen daripada mencari momen di tempat-tempat yang om datengin sama keluarga, seperti saat first time om ke Mt. Titlis, Swiss kesana bawa orang tua dan Alhamdulillah orang tua kuat padahal umurnya udah 84”. Keluarga Pak Fauzan bisa dibilang sering jalan-jalan ke luar kota maupun ke luar negri, seperti ke Bali, Bandung, Singapore, dan setahun sekali pun menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke luar negri seperti keliling Eropa, Korea, Hongkong, dll. Saat ditanya pengalaman buruk yang ia alami saat sedang traveling, ia bercerita tentang bagaimana saat keliling Eropa salah satu keponakannya ada yang kehilangan passport, “karena kita gak pake travel pas jalan-jalan kesana ya jadinya harus ngurus sendiri dan mengganggu jadwal yang sudah kami atur, tapi ya overall om tetep bisa enjoy leisure time disana sih”. Tetapi dari semua tempat yang pernah ia kunjungi Swiss yang menurutnya paling memorable, “om mau balik lagi ke Swiss karna disana asik aja, tempatnya bersih terus tenang”ujar Pak Fauzan bercerita.

Hobi favorit lainnya adalah bermain bersama cucu, entah itu hanya menghabiskan waktu luang bersama cucunya di rumah sambil nonton film kartun favorit cucunya, atau Pak Fauzan juga sering mengajak cucunya jalan-jalan ke mall dekat rumah, tepatnya Mall Kelapa Gading untuk bermain di timezone atau miniapolis. Pak Fauzan juga suka menghabiskan waktu luang bersama keluarga pergi ke mall, walaupun ia dibilang sering pergi ke mall tetapi ia mengaku bahwa mall bukan tempat favoritnya untuk menghabisi waktu luang, selain itu ia juga sering berwisata kuliner di daerah Jakarta, mulai dari resotoran yang paling mahal sampai makanan-makanan pinggiran seperti di tenda atau grobak, dengan profesinya sebagai direktur utama tidak menghalangi Pak Fauzan untuk tetap low profile, karena ia pun pernah merasakan asam manis kehidupan. “semua kegiatan atau pekerjaan menunggu itu bikin gak enjoy” ujar Pak Fauzan saat ditanya kegiatan yang ia tidak sukai saat menghabiskan waktu luang. Tetapi tempat favoritnya untuk mengahabisi waktu luangnya adalah di rumah, karena disana ia bisa bersantai-santai sembari nonton tv ataupun main dengan cucu.

Saat ditanya potensi daerah Jakarta Utara untuk dibuat suatu wadah bagi masyarakatnya untuk menghabiskan leisure time, ia berkata ada beberapa tempat yang berpotensi besar seperti daerah Muara Karang dan Marunda tetapi sayangnya tidak dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah, “dulu setau om pas jamannya Pak Harto jadi presiden pernah daerah Marunda mau dikembangkan seperti Ancol lagi sama Mbak Tutut, tapi ya akhirnya rencana itu berantakan karna akhirnya Pak Harto dilengserkan, om sudah sempet ngeliat sih master plan-nya dan itu kalo dilanjutkan sebenernya bagus banget cuman ya gak ada lagi mungkin investor yang mau ngelirik kesana” cerita Pak Fauzan. Selain itu menurut Pak Fauzan juga daerah Jakarta Selatan masih bisa dikembangkan jika ingin dibuat wadah untuk masyarakat menghabiskan waktu luang selain di mall, seperti dibuat taman bermain. Tanggapannya untuk tempat rekreasi di Jakarta Utara “sudah gak asik lagi” katanya, karena kurang bersih dan pengelolaannya kurang profesional, seperti di Ancol contohnya. Maka dari itu ia lebih memilih berekreasi ke luar kota ataupun luar negri. Dari pengalamannya traveling, ia berharap ada suatu tempat yang bisa diadopsi oleh Indonesia, seperti saat di Thailand daerah phiphi island.

Di umurnya yang sudah menginjak kepala 5 pun tidak menjadi halangan baginya akan kegunaan internet didalam kehidupan sehari-hari, ia termasuk yang aktif menggunakan internet baik untuk pekerjaan, maupun mencari info-info tentang destinasi wisata dan booked hotel dan tempat wisata lainnya. Selain itu Pak Fauzan juga aktif di sosial media, seperti di path dan facebook.

Pertanyaan terakhir diajukan di malam itu tentang definisi waktu luang menurut Pak Fuazan, yaitu “waktu yang memang kita gak punya kegiatan apa-apa dalam pekerjaan rutin kita, intinya saat kita gak punya pekerjaan kantor”, lalu disimpulkan dengan tiga kata “keluarga, enjoy, happy!”.

No comments:

Post a Comment